Jumat, 27 Maret 2015

SUSILA (AGAMA HINDU)

BAB III SUSILA
A.       Pengertian dan Bagian-bagian Catur Warna, Catur Asrama dan Catur Purusartha
1.    Catur Warna
a.         Pengertian :
Berasal dari Bhs. Sanskerta, Warna berasal dari urat kata Vr: pilihan. Jadi catur warna berarti empat pilihan bagi setiap orang terhadap profesi yang cocok untuk pribadinya masing-masing. Warna diartikan juga : tutup, penutup, warna, bagian luar, jenis, watak, bentuk dan kasta.
Jadi, Catur Warna berarti empat pengelompokan masyarakat dalam kemasyarakatan Agama Hindu yang ditentukan berdasarkan profesinya.
Bhagawadgita XVIII.42 :
“Brahmanaksatriyavisam,
sudranam ca paramtapa,
 karmani pravibhaktani, 
svabhava prabhavair gunaih”.
Artinya :
“Oh, Arjuna tugas-tugas adalah terbagi menurut sifat dan watak kelahirannya sebagai halnya Brahmana, Ksatriya, Vaisya, dan juga Sudra”.
Oleh karena itu kita harus mau dan mampu mengakui kemampuan dan profesional ciptaan Tuhan secara jujur dan bertanggung jawab. Jangan merendahkan orang lain. Jadi Catur Warna memiliki manfaat yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan profesionalisme umat Hindu.
b.        Bagian-bagian Catur Warna
  1. Brahmana Warna : individu atau golongan masyarakat yang berkecimpung dalam bidang kerohanian.
  2. Ksatrya  Warna : individu atau golongan masyarakat yang memiliki keahlian dalam memimpin bangsa dan negara.
  3. Wesya Warna : individu atau golongan masyarakat yang memiliki keahlian dibidang pertanian dan perdagangan.
  4. Sudra Warna : individu atau golongan masyarakat yang memiliki keahlian dibidang pelayanan atau membantu.
2.        Catur Asrama
  1. Pengertian :
            Berasal dari Bhs. Sanskerta, catur = empat ; asrama = tempat/lapangan kerohanian, jenjang kehidupan. Jenjang kehidupan itu berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur dan sifat prilaku manusia. Jadi Catur Asrama berarti empat jenjang kehidupan yang berlandaskan petunjuk kerohanian Hindu.


  1. Bagian-bagian Catur Asrama
Silakrama hal 8; sbb :
Catur Asrama ngaranya Brahmacari, Grhastha, Wanaprastha, Bhiksuka, Nahan tang Catur Asrama ngaranya
            Artinya : yang bernama Catur Asrama ialah Brahmacari, Grhastha, Wanaprastha dan Bhiksuka
  1. Catur Purusartha / Catur Warga
  1. Pengertian :
            Catur = empat ; purusa = jiwa/manusia ; artha = tujuan hidup. Jadi Catur Purusartha berarti empat tujuan hidup manusia yang utama. Sedangkan Warga : jalinan erat atau golongan, sehingga Catur Warga : empat tujuan hidup manusia yang utama yang terjalin erat antara satu dengan lainnya.
  1. Bagian-bagian Catur Purusartha :
Ø  Dharma
Ø  Artha
Ø  Kama
Ø  Moksa
  1. Hubungan  Catur Warna dengan Catur Asrama
            Hubungan ditinjau dari 2 segi, yakni :
  1. Menurut Sastra Drsta : dalam Yayur Weda XXVI.2 menandaskan semua pihak, termasuk sudra berkesempatan mempelajari Weda. Ini berarti sudra pun boleh melalui proses brahmacari. Kemudian dalam Sarasamuscaya, 55 dan Manawa Dharmasastra X.4, disebutkan ke-4 warna kedudukannya sama, hanya saja sudra tidak melalui proses dwi jati.
  2. Menurut Loka Drsta : menurut pandangan masyarakat yang telah dituangkan dalam beberapa literatur yang menguraikan ajaran-ajaran Agama Hindu. Sumber-sumber ini mengalami penyimpangan seperti :
Ø  Buddha Gautama dan Pandit Nehru berkehendak menghapus sistem kasta,
Ø  Drs. Abu Achmadi dalam buku “Perbandingan Agama” : menjelaskan Catur Warna berdasarkan kelahiran dan Brahmana golongan paling tinggi. 
Ø  Dr. A. G. Honing Jr., dalam buku “Ilmu Agama” menjelaskan ketiga golongan butuh  mempelajari  Weda, tetapi sudra tidak.
Dengan ajaran Catur Warna umat Hindu diharapkan bekerja dan mengabdi atas dasar bakat dan keahliannya sehingga kita akan mendapatkan tenaga-tenaga yang tepat pada bidangnya masing-masing (the right man on the right place).
Dari bagian Catur Asrama itu masing-masing dapat dijelaskan sbb :
  1. Brahmacari Asrama : masa menuntut ilmu baik iptek dan imtak. Brahmacari dibedakan atas 3 (tiga) :
  1. Sukla Brahmacari : orang yang tidak kawin selama hidupnya, dan bukan karena sakit. Contoh : Sang Laksamana.
  2. Sewala Brahmacari Asrama : orang yang hanya kawin sekali saja dalam hidupnya.
  3. Krsna Brahmacari Asrama : orang yang kawin lebih dari sekali, maksimal 4 kali.
  4. Grehasta Asrama : masa hidup berumah tangga.
  5. Wanaprasta Asrama : masa hidup yang perlahan-lahan mengasingka diri dari kesibukan duniawi.
  6. Bhiksuka Asrama : masa melepaskan segala kegiatan dan ikatan keduniawian secara tuntas.
Antara Catur Warna dengan Catur Asrama mempunyai hubungan secara vertikal (satu dengan lainnya berstruktur), dan horizontal (sejajar/sejalan).
  1. Hubungan Catur Asrama dengan Catur Purusa Artha.
            Catur Purusa Artha, terdiri dari :
  1. Dharma
            Berasal dari urat kata “dhr” : memelihara, memangku / mengatur. Jadi dharma artinya sesuatu yang mengatur / memelihara dunia beserta semua mahluk. (Santi Parwa 109,11) Dharma juga merupakan suatu tugas, dan untuk melaksanakannya perlu pedoman “Catur Dharma” seperti:
  1. Dharma Kriya : berbuat, berusaha dan bekerja untuk kebahagiaan keluarga dan masyarakat. Dharma Kriya harus dilandasi dengan Sad Paramita, yakni :
1)      Dana Paramita : berbuat dharma, amal dan kebajikan.
2)      Ksanti paramita : mengampuni orang lain.
3)      Wirya Paramita : mengutamakan kebenaran dan keadilan.
4)      Prajna Paramita : bersikap tenang, cakap dan bijaksana dalam menghadapi segala persoalan.
5)      Dhiyana Paramita : menyayangi semua mahluk.
6)      Sila Paramita :selalu menerapkan tri kaya parisuda dlm pergaulan.
a)                   Dharma Santosa : kedamaian lahir batin.
b)                  Dharma Jati : mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
c)                  Dharma Putus : melakuakan kewajiban dengan penuh keikhlasan berkorban, menanamkan keadilan, dan mengutamakan penanaman budi baik.
  1. Artha
            Sebagai tujuan dari Catur Purusartha, kata Artha : harta / kekayaan. Harta itu harus disalurkan ketiga jurusan :
  1. Moha Don Dharma Karya : yaitu untuk dharma (yadnya, dana, sosial).
  2. Moha Don Artha Karya : yaitu untuk kemakmuran dan kesejahteraan (Bhoga = pangan, upabhoga = sandang, paribhoga = papan, dagang, perusahaan ).
  3. Moha Don Kama Karya : yaitu untuk kenikmatan , makanan, pendidikan (kesenian, olahraga).
  1. Kama
            Berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Kama diartikan juga kesenangan  atau cinta kasih dengan penuh keikhlasan terhadap  sesama mahluk hidup yang lumbrah dengan istilah Tri Parartha, yakni :
  1. Asih : mengasihi sesama mahluk; salig asah = saling menghargai ; saling asih = saling mencintai ; saling asuh = saling menghormati.
  2. Punya : cinta kasih yang diwujudkan dengan dana punia.
  3. Bhakti :cinta kasih dan sujud memuja Ida Sang Hyang Widhi.
4.      Moksa :kebahagiaan spiritual yang kekal abadi (suka tan pawali duka).
Jadi hubungan Catur Asrama dengan Catur Purusartha adalah:
Catur Purusartha merupakan landasan moral bagi umat untuk mewujudkan ajaran Catur Asrama. Unsur-unsur Catur Purusartha hendaknya dimanfaatkan secara menyatu dengan tetap memberikan suatu dominasi dari masing-masing jenjang kehidupan. Pada fase Brahmacari, hendaknya dharma diutamakan. Pada fase Grehasta hendaknya mengutamakan  artha dan kama yang dilandasi dharma. Pada fase Wanaprastha mengurangi kama untuk melepaskan ikatan keduniawian. Dengan demikian pada fase Bhiksuka Moksa dengan mudah dapat diwujudkan.
  1. Contoh-contoh Kehidupan Catur Warna dan Catur Asrama dalam Masyarakat Hindu.
            Masa menuntut ilmu dalam Catur Warna tergolong Brahmana Warna, sedangkan dalam Catur Asrama tergolong Brahmacari Asrama. Saat menjadi pemimpin rumah tangga tergolong Ksatrya Warna atau Grahasta Asrama. Setelah meninggalkan rumah tangga, mengasingkan diri dari keramaian, melupakan ikatan keduniawian, mengolah pertanian dan perdagangan untuk kemakmuran masyarakat banyak adalah wujud fase Wanaprasta (Wesya Warna). Akhirnya mempersiapkan diri untuk mendalami kerohanian, mengajar dan menyebarkan dharma, dengan suatu pelayanan yang tulus adalah wujud dari Sudra (Bhiksuka Asrama).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar